budidaya jangkrik

Budidaya Jangkrik

Posted on

Krik krik suara jangkrik berderik setiap malam hari apalagi didaerah pedesaan pasti sudah tidak asing dengan suara ini, siapa sangka hewan yang satu ini bisa menjadi pilihan bisnis yang membawa keuntungan? Tak hanya menguntukan budidaya jangkrik juga merupakan salah satu ternak serangga yang mudah dilakukan baik skala kecil atau besar.

Jangkrik merupakan salah satu serangga yang digunakan sebagai pakan burung, ikan dan reptil sebagai hewan herbivora. Di alam bebas serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rerumputan. Nama ilmiah jangkrik yaitu Gryllus Sp., termasuk dalam keluarga Gryllidae. Menurut catatan terdapat lebih dari 1000 spesies jangkrik yang hidup di daerah tropis.

Teknik dalam ternak jangkrik cukup mudah dan minim resiko sehingga cocok sebagai bisnis untuk pemula. Untuk mengetahui informasi tata cara ternak jangkrik yang baik dan benar, anda dapat menyimak informasi dibawah ini.

Pemasaran Jangkrik

Analisa Keuntungan Budidaya Jangkrik

  1. Menentukan Lokasi

Berbeda dengan budidaya hewan lainnya, budidaya jangkrik ini perlu tempat yang tepat dan cocok. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam budidaya jangkrik karena tempat jangkrik yang tidak cocok. Lantas apa saja tempat yang cocok untuk budidaya ini?

  1. Tempat yang Tenang

Perlu diketahui bahwa jangkrik tidak menyukai tempat yang ramai dan panas, sehingga budidaya jangkrik sebaiknya dilakukan di lokasi yang sangat tenang, teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik, sebagai catatatan hindari lokasi yang panas atau sinar matahari langsung karena ini akan membuat jangkrik menjadi stress sehingga pertumbuhannya akan terhambat.

  1. Bebas Hewan Buas dan Kandang Ayam

Karena jangkrik termasuk kedalam pakan hewan lain, jadi sebaiknya lokasi budidaya jangkrik ini jauh dari predator seperti burung, hewan buas ataupun ayam karena ini dapat membuat jangkrik habis dimakan oleh para predator, bahkan membuat jangkrik stress sehingga menghambat pertumbuhan juga.

  1. Rumah Ternak Jangkrik

Apabila sudah mendapatkan lokasi yang sudah sesuai dengan kriteria di atas, maka saatnya memilih rumah untuk melakukan ternak jangkrik. Selain rumah, gubuk juga bisa menjadi pilihan, lantai yang digunakan bisa menggunakan tanah biasa namun tinggi. Rumah atau gubuk tidak harus dilapisi dengan semen cor asalkan tidak terlalu lembab dan cukup kering.

  1. Persiapan Kandang

Setelah menentukan lokasi kandang yang sesuai, kini saatnya mulai untuk mempersiapkan kandang. Pertama yang dilakukan yakni olesi kandang ternak jangkrik dengan lumpur sawah mirip habitat mereka. Untuk melindungi dan menjaga agar tidak saling memakan maka bisa diberikan daun-daun kering sebagai makanan.

Selain melapisi kandang dengan daun-daunan di bagian samping, bagian atas dilapisi dengan lakban. Jangan lupa membuat lubang di salah satu sisi kandang dan ditutup dengan kasa untuk sirkulasi udara untuk menjaga kelembaban kandang jangkrik dan udara segar. umumnya kandang jangkrik berbentuk persegi dengan ketinggian 50 cm, lebar 100cm, dan panjang 200 cm.

Kandang ternak jangkrik dapat dibuat dengan menggunakan kayu dengan rangka kaso atau triplek dengan empat kaki sebagai penyangga kandang. Untuk mencegah adanya gangguan binatang kecil seperti semut, cicak, tikus, atau serangga lainnya siapkan mangkuk berisi cairan atau air untuk mencegah hama di kaki-kaki kandang jangkrik.

Kandang diberi pegangan dengan dilubangi agar kandang ternak dapat mudah dipindahkan. Setiap sambungan sudut dari peti diberi lem atau semen supaya jangkrik tidak melewati lubang kecil pada kandang. Supaya mudah membuka tutup kandang bagian samping atau depan dapat diberi engsel agar mudah dalam membuka atau menutupnya.

Opsi lain untuk membuat kandang jangkrik lebih hemat dengan menggunakan kardus. Hal ini bisa menjadi sebuah inovasi baru selain menghemat pengeluaran juga, kandang dari dus ini lebih mudah dirakit.

  1. Pemilihan Bibit dan Induk Jangkrik

Bibit jangkrik dapat ditemui di toko pakan ternak hidup atau mencarinya sendiri dikebun. Ada beberapa jenis jangkrik yang cepat untuk diternakkan yaitu jenis g. miratus dan g. testaclus. Ciri bibit jangkrik yang bagus adalah bibit yang sehat, tidak sakit, bebas dari cacat, kakinya tidak patah.

Induk jangkrik yang baik adalah induk jangkrik yang ditangkap dari alam bebas. Hal ini disebabkan memiliki katahanan tubuh yang lebih kuat dan agresif sehingga dapat perkembangbiakan jangkrik akan begitu cepat.

Indukan jangkrik yang betina lebih baik memiliki kondisi sungut atau antenna masih panjang dan lengkap yaitu dua sungut. Tak hanya itu kakinya pun harus lengkap agar dapat melompat dengan tangkas, sehat, dan gesit. Jangkrik betina dengan badan dan bulu yang berwarna hitam mengkilap menunjukan bahwa indukan jangkrik tersebut dalam kondisi sehat.

Selain itu sebaiknya indukan jangkrik betina berukuran besar dan mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya ketika dipegang. Sedangkan induk jangkrik yang jantan biasanya mengeluarkan suara mengerik yang bagus dengan permukaan sayap atau punggung yang kasar dan bergelombang dan tidak memiliki ovipositor di bagian ekornya.

 

  1. Proses Pengawinan Jangkrik

Dalam proses pengawinan tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya disediakan terpisah dengan tempat pembesaran anak. Agar hasilnya lebih optimal tempat dibuat sesuai dengan habitat asli. Media hidup yang digunakan bisa berupa lumpur sawah dan karpet telur yang disusun bertumpuk.

Namun sebelum menggunakan karpet telur atau TRE, alangkah baiknya dijemur dibawah sinar matahari selama 6 jam agar terhindar dari kuman, bakteri, dan penyakit sebelum digunakan untuk ternak jangkrik.

Jangkrik yang dikawinkan harus berasal dari spesis yang sama, karena apabila indukan jantan dan betina berbeda spesies, maka perkawinan antar jangkrik tidak akan terjadi. Cara yang mudah mengawinkan jangkrik adalah dengan memasukanlah indukan betina dan jantan ke dalam kandang dengan perbandingan 10:2, semakin banyak jangkrik betina maka daya tetesnya akan semakin tinggi.

Di dalam kandang perkawinan, siapkan bak, piring pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa pengawinan, jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik secara terus menerus sedangkan jangkrik betina yang telah dibuahi akan mengeluarkan telur. Telur biasanya diletakan ke dalam pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan, jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup agar telur yang dihasilkan berkualitas dan alami anda bisa memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan diantaranya ketan hitam, bekatul jagung, kuning telur bebek, tepung ikan, kalk, atau vitamin.

  1. Penetasan telur

Pada budidaya ternak jangkrik, telur biasanya akan menetas pada kurun waktu 7-10 hari sejak masa perkawinan. Setelah 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur tersebut dari indukan telur, agar telur ini tidak dimakan oleh induknya sendiri.

Kandang tempat penetasan telur disempot dengan larutan antibiotic (cotrymoxale) untuk menjaga kelembapan kandang. Satu kandang, cukup masukkan 1 sampai 2 sendok telur jangkrik atau sekitar 1500 sampai 2000 butir telur dalam satu kandang. Data tetas jangkrik bisa mencapai 80 sampai 90 persen jika diberikan makanan yang bergizi.

Dalam masa ini, telur ini awalnya berwarna bening, yang nantinya berubah menjadi berwarna keruh. Telur juga harus dibolak-balik agar tidak berjamur karena ini dapat menyebabkan telur gagal menetas. Telur dapat menetas sekitar 4 sampai 6 hari sesudahnya.

  1. Pemberian Pakan

Setelah telur menetas, langkah selanjutnya budidaya ternak jangkrik yaitu dengan memberikan pakan kepada anakan jangkrik. Jangkrik yang baru menetas di usia 1-10 hari akan diberikan pakan ternak ayam (voor) yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.

Saat berusia 10 hari, anakan jangkrik bisa diberi makan sayur-sayuran dan jagung muda yang juga bisa ditambahkan dengan singkong, mentimun, atau ubi. Nah untuk jangkrik yang siap dikawinkan, ada baiknya anda memberikan makanan berupa sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong, dan mentimun yang mengandung banyak air.

  1. Pemeliharaan Kandang

Bukan hanya jangkrik yang harus dipelihara, melainkan kandang juga harus dipelihara dan dijaga mengingat kandang merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan dalam budidaya jangkrik. Hal ini untuk menghindari jangkrik dari gangguan predator dan perkembangbiakan jangkrik sendiri.

Usahakan agar memiliki stok makanan yang cukup untuk para jangkrik karena apabila mereka jangkrik kelaparan, maka jangkrik bisa menjadi kanibal dan saling memangsa satu sama lain.

Selain itu selalu jangan kebersihan kandang dengan selalu membuang pakan yang tersisa dan kotoran setiap harinya agar pakan tidak membusuk di dalam kandang. Hal lainnya adalah dengan mencuci kandang sebelum digunakan dan lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah dan dijemur hingga kering.

Jangan lupa untuk memeriksa air pada mangkuk terletak di kaki-kaki kandang. Jika cairan sudah mulai sedikit, maka tambahlah atau menggantinya dengan yang baru. Cairan yang digunakan bisa berupa air, minyak tanah, atau jenis cairan lainnya yang dirasa bisa mencegah masuknya hama ke dalam kandang jangkrik.

  1. Panen

Panen jangkrik terdiri atas dua jenis yaitu telur yang bisa dijual ke peternak jangkrik atau jangkrik dewasa yang bisa dijual untuk dijadikan sebagai pakan ternak burung atau ikan.

Tata cara panen telur jangkrik ialah setiap dua hari sekali selama masa peneluran. Panen telur dilakukan dengan cara mengambil pasir yang telah ada telurnya kemudian disaring sedikit demi sedikit sambil disiram air dengan harapan pasir akan jatuh menerobos saringan bersamaan dengan air sementara telur jangkrik akan tersangkut di atas saringan.

Telur-telur yang tersangkut pada saringan selanjutnya ditumpahkan di atas kain putih yang basah, apabila ada telur yang masih lengket pada saringan dapat diambil menggunakan kuas kecil. Telur yang baik adalah telur yang berwarna kuning mengkilat dan terlihat segar serta tidak berbau dan berjamur

Setiap satu sendok teh telur dibungkus dengan kain pu¬tih basah. Kain yang digunakan sebagai bungkus harus bisa menyerap air untuk menjaga kelembapan. Panen perlu dilakukan secara rutin sampai semua jangkrik betina dewasa mati. Hasil panen telur jangkrik dapat langsung dijual atau ditetaskan lagi untuk digunakan sebagai bibit beternak jangkrik selanjutnya.

Pemasaran Jangkrik

Hingga saat ini pasar jangkrik masih sangat luas. Anda bisa menjual secara langsung ke konsumen maupun menjualnya lewat perantara agen-agen ditoko yang menjual jangkrik. Agen utama sebagai tempat pemasaran adalah toko burung mengingat semakin banyak penggemar burung kicau untuk menambah indah kicauan burungnya.

Tempat kedua adalah toko umpan pancing dan tempat kolam pemancingan. Pemasaran secara langsung dapat dilakukan di kolam pemancingan karena pemancing yang paling banyak menggunakan jangkrik sebagai umpan ikan di kolam, tipsnya anda dapat menjualnya pada hari libur atau weekend biasanya hari-hari ini jumlah pemancing meningkat dibanding hari lain.

Jangkrik yang dijual ditoko bisa menerapkan sistem titip. Menitipkan jangkrik dengan porsi kecil (dibukus dalam plastik) kepada pemilik toko burung dan umpan pancing. Jika barang laku terjual maka anda baru mendapatkan uangnya. Cara ini yang sering dilakukan oleh para peternak untuk strategi penjualan jangkrik yang dimiliki untuk meningkatkan kepercayaan antara produsen dengan agen.

Cara ini bisa digunakan oleh peternak jangkrik karena terkadang para penghobi burung kicau tidak punya banyak waktu luang dan lokasi toko yang jauh maka untuk mempermudah konsumen bisa menggunakan cara COD ini untuk membeli jangkrik dilokasi yang lebih dekat dengan rumahnya atau telah disepakati bersama.

Namun jika anda ingin menghemat waktu, tenaga dan biaya transportasi maka bisa pemasaran dapat dilakukan secara langsung dirumah via social media dan grup pecinta burung. Biasanya penjualan dengan cara ini terjadi karena kebutuhan jangkrik sangat tinggi, sehingga banyak orang yang datang langsung ke rumah peternak untuk membeli jangkrik sehingga stok harus selalu tersedia dirumah.

Analisa Keuntungan Budidaya Jangkrik

Agar keuntungan usaha ternak jangkrik ini bisa maksimal, maka manajemen pengelolaannya pun harus benar. Jika anda seorang pebisnis pemula maka analisis usaha ini diperlukan sebagai pertimbangan dan perhitungan dalam mempersiapkan dan memutuskan untuk melakukan budidaya jangkrik. Analisis keuntungan budidaya ternak jangkrik sebagai berikut:

Rincian Biaya Modal

Peralatan kandang : Rp 250.000,00

Tempat telur (@ Rp. 20.000 x 3) : Rp. 60.000,00

Indukan Jangkrik : Rp. 200.000,00

Pakan pur ayam 1 karung : Rp. 340.000,00

Sayuran (@ Rp. 3000 x 30) : Rp. 90.000,00

Total Modal : Rp. 931.000,00

Keuntungan

Jangkrik (@ Rp. 35.000 x 80 kg) : Rp. 2.800.000,00

Omset – Modal (Rp 2.800.000 – Rp 931.000) : Rp. 1869.000,00

Berdasarkan perhitungan diatas maka keuntungan yang didapatkan jika anda memulai usaha ini sekitar Rp 1.869.000,00. Keuntungan ini penghasilan pertama sudah dikurangi semua modal yang dikeluarkan.

Akan tetapi jika sudah periode 1, maka tidak perlu membeli bibit indukan jangkrik dan pakan pur ayam maka keuntungan pada periode 2 Rp 2.800.000,00 – 450.000,00 = Rp 2.350.000,00.

Jika sudah mulai berjalan lancar, saatnya anda untuk kembali mengembangkan usaha dengan menambah modal ternak ini. Hal ini dapat membuat keuntungan yang anda dapat berlipat dan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan dimasa mendatang.

Itulah 8 Tata cara budidaya jangkrik yang mudah dilakukan dan memiliki keuntungan yang besar.

Bagi pemula, ternak jangkrik bisa menjadi pilihan bisnis yang tepat. Selain itu jangkrik bisa menjadi pakan ternak bagi hewan tertentu diantaranya burung kicau dan ikan sehingga pasarnya masih sangat luas. Keuntungan ternak jangkrik ini tentunya tak luput dari cara budidaya, managemen dan pengelolaan yang baik. Jadi, apakah anda tergiur untuk memulai bisnis ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *